Katama Coffee & Space
Rangkaian 3 video vertikal direct response berbasis Remotion & ElevenLabs untuk segmen mahasiswa dan remote worker.
Tantangan & Tujuan Proyek
Merancang rangkaian video iklan direct response format vertikal (9:16) untuk memperkenalkan Katama Coffee & Space Way Halim sebagai 'All-in-One Productivity Hub' bagi mahasiswa kampus (Unila, ITERA, UBL, Teknokrat) dan pekerja remote di Bandar Lampung.
Banyak kafe kekinian di Lampung hanya mengutamakan estetika visual untuk foto: meja sempit, colokan minim/rebutan, tutup jam 22.00–24.00, dan tidak ada fasilitas cetak dokumen saat toko fotokopi luar tutup tengah malam.
Mahasiswa tingkat akhir (sedang skripsi/tugas kelompok) dan pekerja jarak jauh (remote worker/freelancer) berusia 19–32 tahun yang membutuhkan ruang kerja fungsional dengan stop kontak berlimpah, koneksi WiFi stabil, dan makanan berat.
Menguji 3 sudut pandang berbeda: (1) Kontras fungsional 'Bukan Cuma Estetik', (2) Eksplorasi fitur langka 'Free Print Dokumen', dan (3) Urgensi kepanikan tugas larut malam 'The 2 AM Deadline Emergency' yang diselesaikan fasilitas 24 jam Katama.
- Fasilitas Free Print dokumen fisik di dalam kafe (kertas disediakan)
- Buka 24 Jam non-stop tanpa batas jam tutup bagi pejuang deadline
- Stop kontak tersebar di tiap sudut meja dan koneksi Wi-Fi stabil (~75 Mbps)
- Pilihan menu lengkap: kopi signature (Butterscotch Latte) & makanan berat (Mietama, Salted Egg)
Diproduksi secara programmatic dengan Remotion & disuarakan ElevenLabs
Variasi 1: The WFC Reality Check
“Stop WFC di kafe yang cuma menang estetik!”
Cocok untuk menjaring audiens pekerja remote dan mahasiswa yang sering kecewa dengan kafe Instagrammable namun tidak fungsional. Pacing cepat 1.6–2.0 detik per pergantian adegan di awal video menjaga retensi tetap tinggi.
Membongkar friksi kafe meja sempit & colokan rebutan, memposisikan Katama sebagai ruang kerja fungsional serba ada.
Susunan kata demi kata, petunjuk visual, dan alasan psikologis di balik setiap adegan.
Cut cepat meja semen bulat kecil yang sesak, disusul orang mengusap leher pegal di kafe.
“Ciri-ciri kafe yang cuma menang estetik di foto, tapi bikin emosi pas dipakai nugas...”
Memvalidasi kejengkelan nyata audiens (WFC friction) untuk memicu retensi di detik awal.
Laptop digeser karena meja kepenuhan, kabel charger berebut stop kontak lantai, toko fotokopi luar tutup.
“Meja kekecilan, colokan rebutan, giliran mau ngeprint tugas, toko luar udah pada tutup.”
Mengagitasikan 3 masalah berurutan agar audiens merasa situasi ini sangat mendesak dan relatable.
Whip-pan ke fasad luar Katama dengan neon sign menyala, lalu kamera tracking masuk ke area indoor ber-AC yang lega.
“Mending langsung meluncur ke Katama Way Halim. Di sini beneran disiapin buat kalian yang butuh fokus.”
Transisi instan dari rasa frustrasi ke rasa lega (relief), memperkenalkan Katama sebagai solusi nyata.
Tiga adegan: Meja kayu lapang + colokan dinding, close-up printer Katama mencetak kertas (Free Print), semangkuk Mietama & es kopi ditaruh.
“Mejanya lapang, colokan berderet, Wi-Fi kencang, bahkan ada fasilitas free print dokumen. Pas laper, makanan beratnya juga siap nemenin.”
Menyajikan bukti visual konkret terhadap fasilitas pembeda utama (Free Print & Makanan Berat).
Suasana malam hari di area indoor: beberapa pengunjung tenang fokus di depan laptop dengan pencahayaan hangat.
“Yang paling juara, Katama buka 24 jam non-stop. Ga bakal ada drama diusir pas lagi asyik mikir.”
Menghilangkan kekhawatiran batas waktu jam operasional bagi mahasiswa yang sedang dalam 'flow state'.
End Card: Logo Katama, pin alamat lengkap seberang Transmart Way Halim, dan animasi ikon tag/share.
“Simpan video ini buat jadwal WFC kamu berikutnya, atau tag temen nugas kamu sekarang!”
Call to action yang mengutamakan share ke sesama mahasiswa dan bookmark video untuk rujukan lokasi.
Rincian urutan frame, efek visual, transisi, dan arahan suara (SFX).
Layar jam digital HP menunjukkan pukul 23:45, disusul potongan cepat jari mengetik panik di keyboard laptop dengan tumpukan berkas.
Ruko fotokopi pinggir jalan terkunci rapat dengan rolling door gelap, disusul plang tanda 'CLOSED' kafe lain yang dibalik.
Pintu masuk dan neon sign Katama menyala terang benderang di malam hari, kamera meluncur masuk ke area indoor AC yang adem dan lega.
Tiga visual bukti: Mesin printer Katama mencetak kertas (Free Print), colokan di meja kayu, mangkuk Mietama hangat dan es kopi segar.
Pengunjung tersenyum lega merapikan berkas tugas yang tercetak rapi di meja kafe yang nyaman.
End Card estetik: Logo Katama, pin alamat Jl. Letjen Alamsyah Ratu Prawiranegara No.86 (Seberang Transmart Way Halim), tombol bookmark.
Dari riset audiens hingga eksekusi kode Remotion dan rendering multi-variasi.
Riset Brand, Audiens, & Voice of Customer (VOC)
Menganalisis 50+ ulasan pengunjung asli Katama di Way Halim. Menemukan bahwa fasilitas 'Free Print' dan jam operasional 24 jam adalah faktor paling banyak dipuji oleh mahasiswa kampus Bandar Lampung.
Matriks Sudut Pandang Kreatif & Creative Brief
Menyusun matriks 4 sudut pandang dan memprioritaskan 3 angle paling kuat: (1) WFC Reality Check, (2) Free Print Discovery, dan (3) The 2 AM Deadline Emergency.
Penulisan Naskah & Storyboard Frame-by-Frame
Menulis naskah percakapan natural berbahasa Indonesia kasual (~135 WPM). Menyusun tabel storyboard 6 adegan dengan sinkronisasi ketat antara voice-over, tindakan visual, teks layar, dan SFX.
Rekayasa Animasi Programmatic di Remotion Studio
Membangun komponen animasi khusus di Remotion: PrinterMotionGraphic, LineArtClosedPhotocopy, dan KineticTypography. Mengintegrasikan audio vokal ElevenLabs yang diselaraskan per frame sequence.
Mastering Audio & Ekspor Video Final
Merender video vertikal 1080×1920 30fps langsung dari Remotion engine. Menyeimbangkan loudness audio voice-over dan lofi beat dengan SFX detak jam dan printer yang tajam.
Penilaian jujur terhadap kekuatan narasi, dinamika pacing, dan peluang perbaikan.
Evaluasi ini difokuskan pada analisis keputusan kreatif, ritme pacing, dan kekuatan narasi naskah. Karena ini merupakan spec ad portofolio independen yang belum dijalankan pada dashboard iklan berbayar (paid media), tidak ada klaim ROAS atau konversi semu yang dibuat.
- Angle V3 (The 2 AM Deadline Emergency) memiliki daya tarik emosional paling kuat karena membidik momen krisis nyata mahasiswa (toko fotokopi tutup & kafe tutup).
- Visual proof fasilitas 'Free Print' di detik-detik awal (pada V2 & V3) memecah ekspektasi penonton bahwa video ini hanyalah promosi kafe estetik biasa.
- Tipografi sans-serif tebal warna kuning-putih dengan animasi getar halus memastikan pesan terbaca jelas bahkan saat penonton memutar video dalam mode tanpa suara (sound-off).
- Durasi V2 dan V3 yang mencapai 44 detik memerlukan retensi narasi yang kuat di pertengahan video (detik 18–26) agar penonton tidak berpindah sebelum melihat alamat lengkap di End Card.
- Beberapa aset visual masih mengandalkan rekaman publik kafe; pada iterasi mendatang, pengambilan footage kamera langsung bersudut macro pada mesin printer saat mencetak akan memperkuat rasa autentik.
“Dalam video direct response F&B, keunikan fungsional (seperti printer gratis & 24 jam) mengonversi perhatian jauh lebih kuat daripada sekadar visual latte art atau interior cantik.”
“Programmatic video (Remotion) memungkinkan sinkronisasi frame-by-frame antara voiceover AI dengan teks kinetik dan komponen grafis tanpa ketergantungan render NLE manual yang lambat.”
Menyiapkan pengujian A/B live testing pada Meta Dynamic Creative Ads (DCT) dengan membandingkan 3 variasi hook pembuka 3 detik secara terisolasi untuk mengukur rasio thumbstop 3 detik di kalangan mahasiswa Lampung.
Pelajari Mesin Produksi Remotion
Lihat bagaimana alur kerja berbasis kode dan ElevenLabs mempercepat pengujian video iklan.